Jakarta – Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta peningkatan kualitas pelayanan BPJS Kesehatan agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik, termasuk dengan waktu antrean yang lebih singkat.
Budi menjelaskan, peningkatan layanan menjadi perhatian pemerintah seiring dengan besarnya jumlah masyarakat yang menggunakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antreannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” ujar Menkes.
Selain persoalan antrean, Prabowo juga meminta agar pelayanan di rumah sakit diberikan secara setara. Budi mengatakan pemerintah memastikan peserta BPJS Kesehatan tidak mendapatkan perlakuan berbeda dibandingkan pasien umum.
“Kemudian dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” kata Menkes.
Pemerintah menyetujui tambahan dana sebesar Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan pada 2026. Dana tersebut dicairkan dalam dua tahap, masing-masing Rp10 triliun, untuk mendukung kondisi keuangan BPJS dan menjaga pembayaran klaim kepada fasilitas kesehatan.
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara mengatakan tambahan anggaran tersebut telah tersedia dalam APBN 2026 dan akan segera dicairkan pada Oktober serta November.
“Tambahannya itu sekarang Rp20 triliun dan akan segera dicairkan untuk mendukung keuangan BPJS pada bulan Oktober ini, ya 2 hari lagi dan juga bulan November,” kata Suahasil.
Saat ini jumlah peserta JKN mencapai 285 juta jiwa dengan tingkat kepesertaan aktif 80,6 persen. Pemerintah juga mendorong peningkatan pengumpulan iuran dan ketepatan sasaran penerima bantuan iuran berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Di sisi lain, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyebut perbaikan layanan perlu mempertimbangkan inflasi medis, pertumbuhan penduduk, perubahan pola penyakit, dan meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan.
“Kemudian beberapa hal kecil kita akan perbaiki, fraud dalam pelayanan dan ini juga penting perilaku yang volume based. Kita akan geser ke value based,” lanjut Prihati.
Pergeseran tersebut diarahkan untuk membuat pelayanan lebih sesuai dengan kebutuhan peserta dan tepat sasaran.
“Ini kita akan tegakkan ke depan untuk bisa value based dan itu juga yang kita janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan yang tepat sasaran,” kata Prihati.*
[w.R]
