Jakarta – Pemerintah terus memperkuat keamanan di Tanah Papua melalui koordinasi lintas sektor, pendekatan humanis, dan pencegahan konflik berbasis masyarakat. Langkah ini mencerminkan komitmen negara untuk menghadirkan rasa aman sekaligus membuka ruang bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, dalam kunjungan kerja ke Papua Tengah dan Papua Barat Daya, menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan, keselamatan personel, serta sinergi antarlembaga. Upaya tersebut memperkuat kebijakan keamanan yang tidak hanya berfokus pada penanganan gangguan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat.
Dudung menegaskan pentingnya pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas di Papua.
“Pesan Bapak Presiden bahwa kegiatan-kegiatan tidak serta-merta penindakan tegas kepada kelompok-kelompok yang merugikan dan menyakiti rakyat, tetapi kegiatan-kegiatan dengan hati,” ujarnya.
Ia juga menekankan keterkaitan antara keamanan dan kesejahteraan.
“Pesan Bapak Presiden, kesejahteraan identik dengan keamanan. Kalau aman, maka kesejahteraan pasti akan meningkat,” kata Dudung.
Pesan tersebut menegaskan bahwa stabilitas merupakan modal penting untuk memperluas manfaat pembangunan. Situasi kondusif mendukung kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, perdagangan, dan pengembangan usaha lokal. Keamanan yang terjaga juga memberikan kepastian bagi pelaksanaan berbagai program pemerintah hingga wilayah terpencil.
Selain itu, penguatan keamanan menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir. Kondisi tersebut turut mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan akses layanan dasar, serta terbukanya peluang ekonomi bagi generasi muda Papua.
Komitmen menjaga keamanan juga diperkuat melalui sinergi TNI-Polri dan pendekatan persuasif. Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Yoel Sry Liga mengingatkan personel agar mengutamakan profesionalisme dan keselamatan.
“Jaga sinergitas, laksanakan tugas secara profesional dan humanis serta utamakan keselamatan,” ujar Yoel.
Masyarakat turut memiliki peran strategis melalui dialog, keterlibatan tokoh adat dan agama, serta penyampaian aspirasi secara damai. Kolaborasi tersebut dapat membantu mencegah konflik sejak dini sekaligus memperkuat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Pendekatan yang mengutamakan komunikasi dan penghormatan terhadap kearifan lokal diharapkan mampu menciptakan penyelesaian persoalan secara damai. Dengan demikian, keamanan dan pembangunan dapat berjalan beriringan serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui keamanan yang terjaga, pelayanan publik berkelanjutan, dan pembangunan inklusif, Papua diharapkan semakin maju, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
