engamat INDEF Nilai Capaian Pragib di Sektor Pangan Perkuat Ketahanan Nasional

Jakarta – Peningkatan produksi beras dan penguatan cadangan pangan pemerintah menjadi bagian dari capaian sektor pangan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Pragib). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga ketersediaan kebutuhan pokok di tengah tekanan ekonomi global.

Pengamat Ekonomi INDEF, Abra Talattov, mengatakan sejumlah kebijakan pemerintah di sektor pertanian mulai menunjukkan perkembangan positif, antara lain melalui penurunan harga pupuk bersubsidi dan peningkatan produksi beras nasional.

“Salah satu langkah konkret yang sudah dilakukan pemerintah dan memang itu memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian kita adalah memangkas harga eceran pupuk untuk pupuk subsidi sampai 20 persen. Kemudian, dari sisi produksi beras kita, tercermin dari stok beras pemerintah sampai 4,6 juta ton,” ujar Abra dalam sebuah dialog di Stasiun Televisi Nasional Kamis (22/10).

Menurutnya, peningkatan produksi dan cadangan beras menjadi indikator penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ketersediaan pasokan domestik juga memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi ketika harga komoditas global mengalami tekanan.

Meski demikian, Abra menekankan bahwa peningkatan produksi perlu diikuti perbaikan tata niaga dan distribusi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pasalnya, ketersediaan beras yang melimpah belum tentu membuat harga di tingkat konsumen menjadi terjangkau.

“Harapannya, dengan adanya peningkatan produksi, kemudian cadangan beras pemerintah yang meningkat, masyarakat kan paling mudah memahami keberhasilan itu ketika harga beras bisa murah ataupun terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah tingginya ketidakpastian global. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga menunjukkan kemampuan Indonesia menghadapi berbagai tekanan eksternal.

“Dihadapkan pada berbagai tantangan tadi, saya kira yang perlu di-highlight adalah ekonomi Indonesia masih cukup resilien. Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi masih tumbuh di atas 5 persen, ini relatif jauh lebih baik dibandingkan dengan banyak negara,” ujar Firman.

Di sisi lain, Pengamat Politik Adi Prayitno menilai ketahanan pangan menjadi salah satu variabel penting dalam pelaksanaan program pemerintah. Ia menekankan pentingnya memastikan berbagai kebijakan strategis memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan ekonomi rakyat.

“Termasuk juga soal ketahanan pangan ya. Tentu ini adalah sesuatu yang kalau kita lihat belakangan kan ekspos pemberitaannya cukup luar biasa. Sehingga ini adalah variabel kunci yang tentu saja dirasakan oleh masyarakat secara umum,” ujar Adi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *