Perkuat Pertahanan Nasional: Pemerintah Optimalisasi Pindad Demi Kurangi Ketergantungan Terhadap Senjata Asing

Dalam upaya meningkatkan pertahanan nasional, Pemerintah melakukan optimalisasi PT Pindad sebagai industri pertahanan untuk mengurangi ketergantungan pada senjata asing. Optimalisasi tersebut melalui peningkatan kapasitas teknologi agar PT Pindad mampu menjadi tulang punggung pertahanan negara.

Dalam kunjungannya ke PT Pindad Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan pihaknya sangat mendukung rencana pengembangan PT Pindad hingga 2045 serta mendorong perusahan meningkatkan kapasitas industri dan teknologi pertahanan. Dukungan tersebut diperlukan agar kemajuan Pindad sebagai industri strategis nasional memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan pertahanan dalam negeri.

“Kita berikan support dan dukungan yang luar biasa untuk kemajuan Pindad supaya produksi industri strategis ini bisa tetap berkembang, makin kuat dan makin maju,” ujarnya.

Pihaknya ingin memastikan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia terjaga dengan baik, kedatangannya ke Pindad adalah untuk mendukung kebutuhan pertahanan nasional.

“Salah satu tugas MPR adalah memastikan bahwa NKRI, Negara Kesatuan Republik Indonesia, terjaga dengan baik dan solid. Kedatangan kami hari ini ke PT Pindad adalah memastikan bahwa perusahaan yang diberi mandat untuk menjalankan pertahanan dan keamanan negara berjalan dengan baik,” katanya.

Muzani menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap sistem persenjataan dari luar negeri dengan terus meningkatkan kemampuan teknologi industri pertahanan nasional. Seluruh produksi Pindad diarahkan untuk mendukung upaya mempertahankan kedaulatan Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua MPR Ahmad Muzani didampingi Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Eddy Soeparno, Ketua Komisi Kajian Konstitusi (K3) MPR Taufik Basari, jajaran K3 MPR, serta pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI.

Direktur Utama (Dirut) PT Pindad Sigit P Santosa mengatakan pihaknya saat ini juga sedang mengembangkan teknologi dari sistem persenjataan konvensional hingga smart weapon system. Pengembangan tersebut mencakup senjata dan amunisi, kendaraan taktis, kendaraan operasional hingga teknologi pertahanan masa depan.

“Kami sampaikan juga tadi produk-produk apa saja yang kami sedang kembangkan, bagaimana pemenuhan terkait dengan bagaimana pada saat kita membangun batalyon-batalyon baru, kami siapkan senjata dan amunisi, bagaimana untuk kendaraan taktisnya, kendaraan operasionalnya, termasuk juga teknologi-teknologi baru masa depan,” kata Sigit.

Direktur PT Pindad Sigit P Santosa menambahkan, Pindad mendapat dukungan penuh dari Ketua MPR untuk memperkuat perannya sebagai bagian dari komponen pendukung TNI dan pertahanan serta keamanan negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *