PAPUA – Pemerintah terus memperkuat upaya menjaga keamanan Papua melalui peningkatan pengamanan masyarakat, penegakan hukum, serta koordinasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen negara untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, bekerja, belajar, dan memperoleh pelayanan publik dalam suasana yang aman dan kondusif.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan komitmen TNI dalam menjalankan tugas pertahanan negara sekaligus menjaga keamanan di seluruh wilayah Indonesia. Penguatan pengamanan masyarakat terus dilakukan bersamaan dengan upaya pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam penembakan Aris Sanda, seorang sopir yang melayani rute Wamena-Mbua, Papua Pegunungan.
“TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara, komit mengamankan setiap jengkal tanah kita,” ujar Nas.
Menurut Nas, aparat terus memperkuat pengamanan masyarakat serta melakukan pengejaran terhadap pelaku. Upaya tersebut menunjukkan konsistensi negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.
Penguatan keamanan juga memiliki arti penting bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat. Jalur transportasi menjadi bagian vital karena menghubungkan masyarakat antarkawasan sekaligus mendukung distribusi kebutuhan pokok, logistik, hasil pertanian, dan pelayanan dasar menuju wilayah pedalaman.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta turut mendorong penguatan langkah pencegahan melalui peningkatan deteksi dini, intelijen teritorial, dan perlindungan masyarakat pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan. Menurutnya, keamanan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan penanganan Papua.
“Keamanan dan kesejahteraan tidak bisa dipisahkan. Masyarakat Papua membutuhkan ruang hidup yang aman agar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik dapat berjalan,” kata Sukamta.
Sementara itu, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mendorong penyelesaian persoalan Papua melalui pendekatan holistik dengan melibatkan berbagai unsur nasional. Ia menilai dialog dan konsensus dapat menjadi bagian penting dalam membangun perdamaian berkelanjutan.
Penguatan keamanan dan pembangunan perlu berjalan secara beriringan. Kehadiran negara melalui aparat keamanan, pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan dan menciptakan stabilitas.
Dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, upaya menciptakan Papua yang aman, damai, dan sejahtera dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.
