Prabowo Perkuat Kewaspadaan Global dan Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif Non-Blok

Bogor – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kewaspadaan nasional dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian. Dalam berbagai forum strategis, Presiden mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik dunia bukanlah fenomena baru, melainkan telah mengiringi perjalanan bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan. Karena itu, Indonesia dituntut untuk bersikap cermat, waspada, dan tetap konsisten pada jati diri politik luar negerinya.

Presiden Prabowo menuturkan bahwa sejak masa Presiden pertama Republik Indonesia, dunia telah berada dalam pusaran konflik ideologis besar yang membelah kekuatan global ke dalam blok-blok yang saling berhadapan. Kondisi tersebut, menurutnya, selalu membawa implikasi terhadap negara-negara di luar pusat konflik, termasuk Indonesia.
“Dari mulai presiden pertama, kita, Indonesia, tapi seluruh dunia, berada di tengah perang ideologi besar. Perang ideologi besar di dunia, di mana dunia dipecah menjadi blok, ada blok komunis dan blok antikomunis, bisa dikatakan blok demokrasi, blok kapitalis,” ujar Presiden.

Dalam konteks kekinian, Presiden Prabowo juga menyoroti meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi konflik global berskala besar. Ia mengungkapkan bahwa berbagai simulasi internasional menunjukkan dampak perang dunia ketiga, khususnya jika melibatkan senjata nuklir, akan dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa terkecuali.
“Saudara-saudara, ada simulasi kalau terjadi perang dunia ketiga, nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena,” kata Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa ancaman tersebut tidak hanya berupa konflik militer langsung, melainkan juga dampak lingkungan dan kemanusiaan jangka panjang. Salah satu risiko serius yang dibicarakan para ahli dunia adalah terjadinya nuclear winter, kondisi di mana debu dan partikel radioaktif menutupi matahari dalam jangka waktu lama.
“Kita akan kena partikel-partikel radioaktif. Mungkin ikan-ikan kita nanti akan terkontaminasi semua. Akan terjadi nuclear winter karena debunya akan menutup matahari dan menutup mataharinya tidak satu tahun, tidak dua tahun, tidak tiga tahun. Para ahli mengatakan bisa winternya itu puluhan tahun. Ini yang dibicarakan di dunia,” ujar Prabowo.

Menghadapi situasi tersebut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia memilih jalan yang konsisten dengan amanat sejarah dan konstitusi. Ia menyatakan dirinya menjalankan mandat untuk meneruskan garis politik luar negeri yang telah dirintis para pendiri bangsa, yakni politik luar negeri bebas aktif dan non-blok. Indonesia, tegas Prabowo, tidak akan bergabung dalam pakta militer mana pun dan tidak memosisikan diri sebagai bagian dari blok kekuatan tertentu.

“Karena itu saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif tapi non-aligned, non-blok,” ujarnya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa sikap non-blok bukan berarti pasif. Sebaliknya, Indonesia akan terus aktif membangun persahabatan, kerja sama, dan dialog dengan seluruh bangsa demi perdamaian dunia. Dengan kewaspadaan yang kuat dan prinsip politik luar negeri yang konsisten, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo berkomitmen menjaga kedaulatan nasional sekaligus berkontribusi bagi stabilitas dan perdamaian global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *